Psikologi Remaja Mengatasi Kecemasan FOMO Dan Beralih Ke Joy Of Missing Out

Admin_sma3jogja/ Februari 21, 2026/ Berita, Pendidikan

Fenomena kecemasan akan ketinggalan tren atau sering disebut Fear of Missing Out (FOMO) sering kali menjadi beban pikiran yang cukup berat bagi banyak siswa di SMAN 3 Yogyakarta. Rasa takut tertinggal dari aktivitas, gaya hidup, atau pencapaian teman-teman yang terlihat sangat menarik di media sosial dapat memicu rasa tidak percaya diri, iri hati, dan kegelisahan yang mendalam. Dalam perspektif psikologi remaja, tekanan sosial untuk selalu tampil sempurna dan selalu mengikuti segala hal yang sedang viral di internet dapat menguras energi mental dan waktu secara drastis dalam jangka panjang. Jika kondisi ini tidak dikelola dengan bijak, maka akan mengganggu konsentrasi belajar dan mengurangi kemampuan kita untuk merasa bahagia serta bersyukur dengan kehidupan nyata di sekolah.

Untuk menghadapi tantangan mental ini, para siswa didorong untuk mulai beralih ke filosofi hidup yang lebih sehat, yaitu JOMO atau Joy of Missing Out. JOMO mengajarkan kemampuan emosional untuk merasa tenang, puas, dan tetap bahagia meskipun kita tidak mengetahui segala hal yang sedang terjadi di dunia maya secara real-time. Dengan mengadopsi prinsip ini, pelajar di SMAN 3 Yogyakarta diajak untuk lebih menghargai momen berharga bersama keluarga dan teman-teman di dunia nyata tanpa terdistraksi terus-menerus oleh layar ponsel. Langkah awal untuk mengatasi kecemasan ini adalah dengan membatasi durasi penggunaan media sosial secara sadar dan terjadwal setiap harinya. Kebahagiaan sejati seharusnya berasal dari dalam diri, bukan dari validasi jumlah tanda suka.

Mempraktikkan JOMO berarti memberikan hak penuh bagi diri sendiri untuk beristirahat dan melakukan hobi atau aktivitas yang benar-benar memberikan kepuasan jiwa tanpa perlu selalu dipamerkan kepada orang lain. Alih-alih sibuk memantau kehidupan orang lain yang sering kali hanya pencitraan, siswa dapat memfokuskan energi mereka untuk pengembangan minat, bakat, dan prestasi yang lebih produktif di sekolah. Kesadaran bahwa kita tidak perlu mengetahui semua hal di internet adalah bentuk kebebasan mental yang sangat melegakan bagi kesehatan jiwa remaja. Dengan kondisi mental yang stabil dan bebas dari tekanan semu media sosial, siswa akan memiliki kejernihan pikiran yang jauh lebih baik untuk meraih impian akademis mereka secara maksimal. Mari kita belajar hadir di masa sekarang.

Share this Post